Welcome To My Blog

DAPATKAN BERBAGAI PENGETAHUAN TENTANG BUMI, MANUSIA, dan TEKNOLOGI DALAM BLOG INI

Selasa, 12 Oktober 2010

Prasejarah


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
 
Prasejarah atau nirleka (nir: tidak ada, leka: tulisan) adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada masa di mana catatan sejarah yang tertulis belum tersedia. Zaman prasejarah dapat dikatakan bermula pada saat terbentuknya alam semesta, namun umumnya digunakan untuk mengacu kepada masa di mana terdapat kehidupan di muka Bumi dimana manusia mulai hidup.
Batas antara zaman prasejarah dengan zaman sejarah adalah mulai adanya tulisan. Hal ini menimbulkan suatu pengertian bahwa prasejarah adalah zaman sebelum ditemukannya tulisan, sedangkan sejarah adalah zaman setelah adanya tulisan. Berakhirnya zaman prasejarah atau dimulainya zaman sejarah untuk setiap bangsa di dunia tidak sama tergantung dari peradaban bangsa tersebut. Salah satu contoh yaitu bangsa Mesir sekitar tahun 4000 SM masyarakatnya sudah mengenal tulisan, sehingga pada saat itu, bangsa Mesir sudah memasuki zaman sejarah. Zaman prasejarah di Indonesia diperkirakan berakhir pada masa berdirinya Kerajaan Kutai, sekitar abad ke-5; dibuktikan dengan adanya prasasti yang berbentuk yupa yang ditemukan di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur baru memasuki era sejarah.
Karena tidak terdapat peninggalan catatan tertulis dari zaman prasejarah, keterangan mengenai zaman ini diperoleh melalui bidang-bidang seperti paleontologi, astronomi, biologi, geologi, antropologi, arkeologi. Dalam artian bahwa bukti-bukti pra-sejarah hanya didapat dari barang-barang dan tulang-tulang di daerah penggalian situs sejarah.

Daftar isi

[sembunyikan]

Periodisasi

Geologi

Berdasarkan geologi, terjadinya bumi sampai sekarang dibagi ke dalam empat zaman. Zaman-zaman tersebut merupakan periodisasi atau pembabakan prasejarah yang terdiri dari:

Arkaezoikum

Zaman ini berlangsung kira-kira 2500 juta tahun, pada saat itu kulit bumi masih panas, sehingga tidak ada kehidupan. Dapat diartikan sebagai masa tanpa kehidupan. Bumi masih dalam keadaan membara dan jarak bumi dan bulan masih sangat dekat, berbagai benda ruang angkasa seperti meteor atau meteirit ( berukuran kecil) dengan mudah jatuh ke bumi yang belum terlindung udara. Meskipun demikian semua benda tersebut diatas langsung terbakar, pada saat bumi yang masih dalam keadaan membara dengan suhu yang amat tinggi. Kejadian bumi dan pembentukan yang terjadi sekitar satu milyar tahun yang lalu dan beberapa ratus juta tahun kemudian bumi kerak bumi suhu semakin menyusut bagian bumi dalam keadaan cair diangkasa bumi badai magnetic menyelimuti bumi petir dan Guntur meteor dan meteorit membentur bumi suhu bumi makin menyusut bumi membeku penyusutan suhu gas mengembun uap air hujan lebat yang abadi membentuk lautan pembentukan air, udara makin sempurna terlindung dari benturan berbagai benda luar angkasa (meteorit). Ada dua macam meteorit, yaitu meteorit logam (mengandung besi nikel dan meteorit baju), beberapa contoh batuan kerak bumi dapat disaksikan di museum geologi.

Paleozoikum

Paleozoikum atau sering pula disebut sebagai zaman primer atau zaman hidup tua berlangsung selama 340 juta tahun. Makhluk hidup yang muncul pada zaman ini seperti mikro organisme, ikan, ampibi, reptil dan binatang yang tidak bertulang punggung.

Mesozoikum

Mesozoikum atau sering pula disebut sebagai zaman sekunder atau zaman hidup pertengahan berlangsung selama kira-kira 140 juta tahun, antara 251 hingga 65 juta tahun yang lalu. Pada zaman pertengahan ini, reptil besar berkembang dan menyebar ke seluruh dunia sehingga pada zaman ini sering pula disebut sebagai zaman reptil.

Neozoikum

Neozoikum atau zaman hidup pertengahan dibagi menjadi menjadi dua zaman, yaitu zaman Tersier dan zaman Kuartier. Zaman Tersier berlangsung sekitar 60 juta tahun. Zaman ini ditandai dengan berkembangnya jenis binatang menyusui.
Sementara itu, Zaman Kuartier ditandai dengan munculnya manusia sehingga merupakan zaman terpenting. Zaman ini kemudian dibagi lagi menjadi dua zaman, yaitu zaman Pleitosen dan Holosin. Zaman Pleitosen (Dilluvium) berlangsung kira-kira 600.000 tahun yang ditandai dengan adanya manusia purba.
Zaman pleistosen ditandai dengan meluasnya lapisan es di kedua kutub Bumi (zaman glacial) dan diseling dengan zaman ketika es kembali mencair (zaman interglacial). Keadaan ini silih berganti selama zaman pleistosin sampai empat kali. Di daerah tropika zaman glacial ini berupa zaman hujan (zaman pluvial) yang diseling dengan zaman kering (interpluvial).
Pada zaman glacial permukaan air laut telah menurun dengan drastis sehingga hanyak dasar laut yang kering menjadi daratan. Di Indonesia bagian barat dasar laut yang mengering itu disebut Dataran Sunda, sedangkan di Indonesia bagian timur disebut Dataran Sahul. Dataran Sunda telah menyebabkan kepulauan Indonesia bagian barat menjadi satu dengan Benua Asia, sedangkan Dataran Sahul telah pula menghubungkan kepulauan Indonesia bagian timur dengan Benua Australia. Itulah sebabnya fauna dan flora Indonesia barat mirip dengan fauna dan flora Asia dan sebaliknya fauna dan flora Indonesia timur mirip dengan Australia. Manusia yang hidup zaman pleistosin adalah spesies homo erectus, yang menjadi pendukung kebudayaan batu tua (Palaeolithicum).
Zaman pleistosin berakhir 10.000 tahun Sebelum Masehi kemudian diikuti oleh datangnya zaman Alluvium atau zaman Holosin yang masih berlangsung sampai sekarang. Dari zaman ini muncullah nenek moyang manusia sekarang, yaitu spesies homo sapiens atau makhluk cerdas.

Arkeologi

Zaman Batu

Zaman Batu terjadi sebelum logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dari batu di samping kayu dan tulang. Zaman batu ini dapat dibagi lagi atas:
Zaman batu tua (Paleolitikum)
Zaman batu tua (palaeolitikum), Disebut demikian sebab alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau dipolis. Apabila dilihat dari sudut mata pencariannya periode ini disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat sederhana. Pendukung kebudayaan ini adalah Homo Erectus yang terdiri.
Zaman batu tengah (mesolitikum)
Pada Zaman batu tengah (mesolitikum), alat-alat batu zaman ini sebagian sudah dihaluskan terutama bagian yang dipergunakan. Tembikar juga sudah dikenal. Periode ini juga disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat lanjut. Pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens (manusia sekarang), yaitu ras Austromelanosoide (mayoritas) dan Mongoloide (minoritas).
Zaman batu baru (Neolitikum)
Alat-alat batu buatan manusia Zaman batu baru (Neolithicum) sudah diasah atau dipolis sehingga halus dan indah. Di samping tembikar tenun dan batik juga sudah dikenal. Periode ini disebut masa bercocok tanam. Pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens dengan ras Mongoloide (mayoritas) dan ras Austromelanosoide (minoritas).

Zaman Logam

Pada zaman Logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam di samping alat-alat dari batu. Orang sudah mengenal teknik melebur logam, mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkannya. Teknik pembuatan alat logam ada dua macam, yaitu dengan cetakan batu yang disebut bivalve dan dengan cetakan tanah liat dan lilin yang disebut acire perdue. Periode ini juga disebut masa perundagian karena dalam masyarakat timbul golongan undagi yang terampil melakukan pekerjaan tangan. Zaman logam ini dibagi atas:
Zaman tembaga
Orang menggunakan tembaga sebagai alat kebudayaan. Alat kebudayaan ini hanya dikenal di beberapa bagian dunia saja. Di Asia Tenggara (termasuk Indonesia) tidak dikenal istilah zaman tembaga.
Zaman perunggu
Pada zaman ini orang sudah dapat mencampur tembaga dengan timah dengan perbandingan 3 : 10 sehingga diperoleh logam yang lebih keras.
Zaman besi
Pada zaman ini orang sudah dapat melebur besi dari bijinya untuk dituang menjadi alat-alat yang diperlukan. Teknik peleburan besi lebih sulit dari teknik peleburan tembaga maupun perunggu sebab melebur besi membutuhkan panas yang sangat tinggi, yaitu ±3500 °C.
Zaman logam di Indonesia didominasi oleh alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam juga disebut zaman perunggu. Alat-alat besi yang ditemukan pada zaman logam jumlahnya sedikit dan bentuknya seperti alat-alat perunggu, sebab kebanyakan alat-alat besi, ditemukan pada zaman sejarah.
Antara zaman neolithicum dan zaman logam telah berkembang kebudayaan megalithicum, yaitu kebudayaan yang menggunakan media batu-batu besar sebagai alatnya, bahkan puncak kebudayaan megalithicum justru pada zaman logam.

Sejarah Kehidupan Dinosaurus


Dinosaurus muncul pertama kali sekitar 225 juta tahun yang lalu pada Zaman Trias. Binatang ini terus hidup sampai Zaman Jura dan berkembang menjadi raksasa pada Zaman Kapur. Sekitar 65 juta tahun yang lalu, pada
akhir Zaman Kapur, dinosaurus lenyap dari muka bumi.


Bumi mulai terbentuk kira-kira 4,5 milyar
tahun yang lalu. Makhluk hidup muncul
sekitar 3,5 milyar yang lalu.
Sampai 600 juta tahun silam yang ada baru
binatang sederhana seperti bunga karang
dan ubur-ubur.
Invertebrata seperti trilobita hidup dari 570
juta  hingga 300 juta tahun yang lalu
pada Masa Paleozoikum.
Binatang bertulang belakang,
disebut vertebrata muncul pada Zaman Devon. Diantaranya ikan pertama.
Pada Zaman Karbon muncullah
tetumbuhan Amfibi seperti katak
adalah binatang pertama yang merayapi daratan.
Pada akhir Zaman Karbon ada amfibi lebih
banyak lagi, dan reptilia pertama
mulai muncul.
Pada awal Zaman Trias ada banyak
reptilia dan dinosaurus, bersama
dengan mamalia pertama.
Zaman Jura adalah masa jaya dinosaurus ;
waktu itu ada banyak alosaurus,
stegosaurus dan apatosaurus.
Dinosaurus terus berevolusi. Pada Zaman
Kapur Tiranosaurus dan Triseratops
muncul untuk pertama kali.
Semua dinosaurus sudah lenyap pada Masa
Kenozoikum, dan sudah ada mamalia besar
seperti misalnya mamut.

Sejarah Penemuan Fosil Manusia Purba, Manusia Kera dan Manusia Modern - Teori Perkembangan Evolusi Antar Waktu Arkeologi Biologi

Secara umum penemuan fosil manusia dari jaman ke zaman terbagi atas tiga kelompok, yaitu manusia kera, manusia purba dan manusia modern.
Yang perlu diingat adalah bahwa teori ini hanya dugaan dan tidak terbukti kebenarannya karena teori evolusi telah runtuh. Fosil manusia lama yang ditemukan bisa saja bukan fosil manusia atau manusia yang memiliki bentuk ciri tubuh yang unik, atau bahkan hasil rekayasa.
A. Manusia Kera dari Afrika Selatan
1. Australopithecus Africanus
Australopithecus africanus ditemukan di desa Taung di sekitar Bechunaland ditemukan oleh Raymond Dart tahun 1924. Bagian tubuh yang ditemukan hanya fosil tengkorak kepala saja.
2. Paranthropus Robustus dan Paranthropus Transvaalensis
Dua penemuan tersebut ditemukan di daerah Amerika Selatan dengan ciri isi volume otak sekitar 600 cm kubik, hidup di lingkungan terbuka, serta memiliki tinggi badan kurang lebih 1,5 meter. Kedua fosil menusia kera tersebut disebut australopithecus.
B. Manusia Purba / Homo Erectus
1. Sinanthropus Pekinensis
Sinanthropus pekinensis adalah manusia purba yang fosilnya ditemukan di gua naga daerah Peking negara Cina oleh Davidson Black dan Franz Weidenreich. Sinanthropus pekinensis dianggap bagian dari kelompok pithecanthropus karena memiliki ciri tubuh atau badan yang mirip serta hidup di era zaman yang bersamaan. Sinanthropus pekinensis memiliki volume isi otak sekitar kurang lebih 900 sampai 1200 cm kubik.
2. Meganthropus Palaeojavanicus / Manusia Raksasa Jawa
Meganthropus palaeojavanicus ditemukan di Sangiran di pulau jawa oleh Von Koningswald pada tahun 1939 - 1941.
3. Manusia Heidelberg
Manusia heidelberg ditemukan di Jerman
4. Pithecanthropus Erectus
Pithecanthropus erectus adalah manusia purba yang pertama kali fosil telang belulang ditemukan di Trinil Jawa Tengah pada tahun 1891 oleh Eugene Dubois. Pithecanthropus erectus hidup di jaman pleistosin atau kira-kira 300.000 hingga 500.000 tahun yang lalu. Volume otak Pithecanthropus erectus diperkirakan sekitar 770 - 1000 cm kubik. Bagian tulang-belulang fosil manusia purba yang ditemukan tersebut adalah tulang rahang, beberapa gigi, serta sebagian tulang tengkorak.
C. Manusia Modern
Pengertian atau arti definisi manusia modern adalah manusia yang termasuk ke dalam spesies homo sapiens dengan isi volum otak kira-kira 1450 cm kubik hidup sekitar 15.000 hingga 150.000 tahun yang lalu. Manusia modern disebut modern karena hampir mirip atau menyerupai manusia yang ada pada saat ini atau sekarang.
1. Manusia Swanscombe - Berasal dari Inggris
2. Manusia Neandertal - Ditemukan di lembah Neander
3. Manusia Cro-Magnon / Cromagnon / Crogmanon - Ditemukan di gua Cro-Magnon, Lascaux Prancis. Dicurigai sebagai campuran antara manusia Neandertal dengan manusia Gunung Carmel.
4. Manusia Shanidar - Fosil dijumpai di Negara Irak
5. Manusia Gunung Carmel - Ditemukan di gua-gua Tabun serta Skhul Palestina
6. Manusia Steinheim - Berasal dari Jerman

Kapankah Awal Kehidupan Bumi Terbentuk?

Bombardir besar-besaran asteroid yang terjadi 4 milyar tahun lalu bisa jadi tidak memiliki kemampuan untuk menghancurkan kehidupan awal yang baru terbentuk di Bumi, melainkan justru mempercepat pertumbuhan kehidupan itu.
Tabrakan besar di Bumi milyaran tahun lalu. Kredit : NASA/JPL
Tabrakan besar di Bumi milyaran tahun lalu. Kredit : NASA/JPL
Bukti tabrakan yang berasal dari sampel bulan, meteorit, dan kawah–kawah di permukaan planet dalam memberikan gambaran lingkungan yang mengalami kekerasan selama masa Hadean Eon, periode geologi yang terjadi 4,5 – 3,8 milyar tahun lalu. Umumnya hal tersebut terjadi melalui perubahan besar-besaran yang terjadi dalam masa Late Heavy Bombardment sekitar 3,9 milyar tahun lalu. Walau banyak yang meyakini kalau bombardir besar-besaran tersebut mensterilkan Bumi, studi terbaru dari para peneliti University of Colorado at Boulder justru menunjukan kalau kejadian tersebut hanya melelehkan beberapa fraksi kerak Bumi dan mikroba yang ada justru selamat dari bencana global tersebut.
Hasil ini memberi nuansa baru dalam penelitian waktu terbentuknya kehidupan. Kalau selama ini diyakini kehidupan dimulai setelah masa tabrakan besar, studi yang baru justru membawa manusia pada pemikiran kalau kehidupan bisa jadi telah dimulai jauh sebelum masa kehancuran besar itu, atau sebelum periode 3,9 milyar tahun lalu. Disini muncul kemungkinan baru kalau kehidupan telah mulai muncul mungkin pada kisaran 4,4 milyar tahun lalu saat lautan pertama terbentuk.
Sayangnya, bukti yang ada di Bumi saat masa awal kehancuran telah terhapus jejaknya oleh cuaca dan plat tektonik yang berubah dari masa ke masa. Untuk itu penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data dari batuan bulan yang dibawa Apollo, catatan tabrakan dari Bulan, Mars dan Merkurius serta studi teoritis yang sudah ada sebelumnya dan digunakan untuk membangun model komputasi 3 dimensi untuk membuat replika masa penghancuran tersebut.
Dalam model tersebut Abramov dan Mojzsis memasukan benda berukuran asteroid, dengan distribusi dan frekuensi yang diperhitungkan dapat menghancurkan Bumi sesuai dengan data kerusakan di Bumi sepanjang Late Heavy Bombardment yang terjadi selama 20 juta- 200 juta tahun. Model 3-D tersebut memonitor temperatur dibawah masing-masing kawah untuk memperkirakan pemanasan dan pendinginan kerak akibat tabrakan besar. Tujuannya untuk mengevaluasi kemungkinan kehidupa disana. Hasilnya, kurang dari 25% kerak Bumi akan mengalami peleleja akibat tabrakan tersebut.
Tak hanya itu, peneliti CU-Boulders juga menaikkan intensitas tembakan asteroid dalam simulasi tersebut sampai 10 fold, yang mampu meguapkan lautan di Bumi. Hasilnya? bahkan dalam kondisi paling ekstrim sekalipun, Bumi tidak sepenuhnya disterilkan oleh tabrakan besar itu.
Yang terjadi justru, lubang hidrotermal memberikan perlindungan bagi mikroba yang ekstim dan menyukai kondisi panas seperti bakteri hipertermophilic. Bahkan seandainya memang kehidupan tidak dimulai 3,9 milyar tahun lalu, kondisi tersebut masih tetap memberi tempat bagi awal mula munculnya kehidupan di Bumi.
Para peneliti menyimpulkan mikroba subterranian yang hidup pada rentang temperatur 175 – 230 derajat Fahrenheit akan berkembang sepanjang masa tabrakan besar terjadi. Hasil pemodelan menunjukan indikasi habitat bawah tanah untuk mikroba tersebut yang justu meningkat dakam hal volum dan durasi sebagai akibat dari tabrakan masif itu. Bahkan sebagian mikroba ekstrim yang ada di Bumi saat ini seperti “unboilable bugs” (serangga yang tidak dapat mendidih) justru ditemukan pada lubang hidrotermal di Yellowstone National Park – tumuh subur pada suhu 250F.
Bukti geologi menyatakan kehidupan di Bumi sudah ada sejak 3,83 milyar tahun lalu. Karena itu menurut Mojzsis sangat tidak beralasan mengajukan kemungkinan kalau kehidupan di Bumi sudah ada sejak 3,9 milyar tahun lalu. Bahkan telah diketahui juga dari catatan geokimia kalau Bumi sudah merupakan area habitasi (bisa ada kehidupan) pada saat itu. Studi yang baru justru memberi warna baru yang bisa menyelesaikan masalah besar pada asal mula kehidupan dengan meniadakan kondisi asal mula yang beragam dari kehidupan di Bumi.
Para peneliti keplanetan meyakini ada benda sebesar planet Mars menghantam Bumi dengan hebat 4,5 milyar tahun lalu. Tabrakan tersebut diyakini menguapkan si benda sebesar Mars itu dan sebagian Bumi. Tabrakan yang terjadi diyakini membentuk awan uap air besar dimana moonlet dan kemudian Bulan mengalami koalisi (penggabungan). Kejadian yang diyakini mengawali tabrakan besar selama 500 juta tahun dan membuat Bumi mengaktifkan tombol pengulangannya.
Hasil studi yang baru justru menunjukan tidak ada kejadian sejak pembentukan Bulan yang mampu menghancurkan kerak Bumi dan menyapu bersih biosfer yang sudah ada. Tabrakan besar tersebut menurut Mojzsis bukannya memotong pohon kehidupan namun hanya memangkasnya saja. Selain itu hasil penelitian ini juga mendukung potensi kehidupan mikroba di planet lain seperti Mars dan planet batuan, ataupun planet serupa Bumi yang ada di sistem keplanetan lain yang mengalami perbaruan permukaan akibat tabrakan.
Sumber : EurekAlert